Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mikro (Variasi Stimulus dan Bertanya Lanjut)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MIKRO

I.        Identitas mata pelajaran
Mata pelajaran             : Pembelajaran mikro
Pokok materi latihan   : Keterampilan dasar mengajar ”Variasi Stimulus”, dan
Keterampilan dasar mengajar “Bertanya Lanjut”
Dalam mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Pokok Bahasan           : Siklus Hidup Hewan (Metamorfosis)
Siswa kelas                  : IV (Empat)
Model                          : Peer teaching
Waktu                                     : 15 menit
Praktikan                     : Riska

II.     Kompetensi / Tujuan
1.    Standar kompetensi
Peserta latihan (calon guru maupun para guru) memahami keterampilan mengajar variasi stimulus dan  bertanya lanjut sebagai bagian dari keterampilan dasar mengajar yang harus dikuasai oleh guru
2.    Kompetensi dasar
Peserta latihan (calon guru maupun para guru) dapat menerapkan unsur-unsur keterampilan dasar variasi stimulus dan bertanya lanjut dalam proses pembelajaran membahas pokok bahasan siklus hidup hewan (Metamorfosis) dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
3.    Indikator
a.    Menggunakan volume suara keras, mimik, kesenyapan, hening, dan jarak pandangan dengan siswa dalam pola interaksi pembelajaran di kelas.
b.    Menggunakan pendekatan/model, metode, dan strategi dalam pembelajaran
c.    Menggunakan media pembelajaran
d.   Menggunakan tuntutan kognitif (ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi) dalam mengajukan pertanyaan.
e.    Menggunakan urutan pertanyaan yang berkesinambungan.
f.     Menggunakan pertanyaan pelacak (klarifikasi, pemberian alasan, kesepakatan pandangan, ketepatan, relevansi, contoh, dan jawaban kompleks) dalam mengajukan pertanyaan.
g.    Pertanyaan yang diajukan mendorong terjadinya interaksi yang aktif di dalam kelas

III.     Materi Pembelajaran
1.      Keterampilan Mengajar Variasi Stimulus
Variasi stimulus adalah upaya guru untuk memberikan stimulus pembelajaran secara beragam (variasi), sehingga memungkinkan siswa dapat merespon melalui alat indera dan cara yang berbeda (bervariasi) untuk mendapatkan pengalaman belajar secara lebih luas dan mendalam. Variasi stimulus dapat dilakuakn dengan pembelajaran yang dapat didengar (audio), yang dapat dilihat (visual), didengar dan dilihat (audio visual), diraba, dicium (hidung), maka selain akan memperkaya informasi atau pengetahuan yang diperoleh siswa, juga proses pembelajaran akan dapat berjalan secara dinamis dan tidak membosankan. Adapun tujuan dari keterampilan mengajar variasi stimulus yaitu :
a.   Terciptanya proses pembelajaran yang menarik dan menyenagkan bagi siswa;
b.   Mengihlangkan kejenuhan dan kebosanan sebagai akibat dari kegiatan yang bersifat rutinitas;
c.   Meningkatkan perhatian dan motivasi siswa;
d.  Mengembangkan sifat keingintahuan siswa terhadap hal-hal yang baru;
e.   Menyesuaikan model pembelajaran dengan cara belajar siswa yang berbeda-beda;
f.    Meningkatkan kadar aktivitas belajar siswa.
Variasi stimulus dalam pembelajaran dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
a.    Variasi pada kegiatan tatap muka;
1)   Variasi suara (teacher voice);
2)   Pemusatan perhatian (focusing
3)   Kebisuan guru (teacher silence)
4)   Kontak pandang (eye contact);
5)   Gerak guru (teacher movement).
b.   Variasi penggunaan media dan alat pembelajaran;
1)   Alat atau media visual;
2)   Alat atau media auditif
3)   Alat atau media raba;
c.  Variasi pola komunikasi pembelajaran.
1)   komunikasi satu arah (one way communication);
2)   Komunikasi dua arah (two way communication);
3)   Komunikasi banyak arah (interaktif).
2.      Keterampilan Mengajar Bertanya Lanjut
Pertanyaan lanjut adalah kelanjutan dari pertanyaan pertama (dasar), yaitu untuk mengorek atau mengungkap kemampuan berpikir yang lebih dalam, analitis dan komprehensif dari siswa. Keterampilan bertanya lanjut mengutamakan pada usaha mengembangkan kemampuan berpikir, memperbesar partisipasi dan mendorong lawan bicara (siswa) agar lebih aktif dan kritis mengembangkan kemampuan berpikirnya. Adapun tujuan dari keterampilan mengajar bertanya dasar yaitu :
a.         Mengembangkan kemampuan berpikir siswa untuk menemukan, mengorganisasi, atau menilai atas informasi yang diperoleh
b.         Meningkatkan kemampuan siswa dalam membentuk dan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan yang didasarkan atas informasi yang lebih lengkap dan relavan
c.         Mendorong siswa untuk mengembangkan dan memunculkan ide-ide atau gagasan yang lebih kreatif dan inovatif
d.        Mendorong siswa untuk melakukan proses pembelajaran dengan lebih analitis, lengkap dan komprehensif.
Selain tujuan keterampilan mengajar bertanya lanjut, terdapat prinsip dari keterampilan mengajar ini. Diantaranya yaitu :
a.       Pengubahan tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan
b.      Pengaturan urutan pertanyaan
c.       Penggunaan pertanyaan pelacak
d.      Peningkatan terjadinya interaksi
 Unsur  terpenting dalam keterampilan mengajar bertanya lanjut yaitu ada 3, dimana bertanya lanjut dilakkan untuk melanjutkan pertanyaan dari pertanyaan dasar. Pertanyaan yang diajukan mengandung unsur isi yang sama dengan pertanyaan dasar agar siswa bisa mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai materi yang dibahas. 

IV.     Kegiatan Pembelajaran Mikro
1.    Kegiatan awal : Apersepsi ( 3 menit)
a.       Melalui penayangan video mengenai metamorfosis kupu-kupu (telur – ulat – kepompong – kupu-kupu) guru membuka pembelajaran dan menyampaikan apersepsi kepada siswa sehubungan dengan pokok bahasan yang akan dipelajari oleh siswa. (Keterampilan mengadakan variasi stimulus)
b.      Dengan menggunakan kata-kata sederhana, jelas, dan mudah dimengerti guru (praktikan) bertanya “Apakah proses yang terjadi dalam video yang telah kalian lihat?” (Keterampilan bertanya dasar)
2.    Kegiatan inti : 10 menit
a.    Dengan menggunakan kalimat yang mudah di pahami, guru (praktikan) bertanya “mengapa telur bisa berubah menjadi ulat?”, “mengapa ulat bisa berubah menjadi kepompong?”, dan “mengapa kepompong bisa berubah menjadi kupu-kupu?”. (Keterampilan bertanya lanjut)
b.    Dengan menggunakan kalimat yang logis, guru (praktikan) memberikan klarifikasi atas jawaban yang siswa berikan dengan menggunakan volume suara yang lantang, mimik yang meyakinkan, dan memandang siswa secara keseluruhan. “Proses yang terjadi pada kupu-kupu tersebut dapat disebut dengan proses metomorfosis. Jadi apakah ada yang bisa menympulkan apa itu pengertian dari metamorfosis?”. (keteramilan bertanya lanjut)
c.    Dengan menggunakan kalimat yang sederhana, guru (praktikan) menjelaskan materi mengenai pengertian metamorfosis, metamorfosis sempurna, dan metamorfosis tidak sempurna.
d.   Melalui ilustrasi dan contoh metamorfosis nyamuk yang ditunjukkan melalui gambar, guru (praktikan) bertanya “Berdasarkan metamorfosis kupu-kupu dan gambar ini, bagaimana proses pertumbuhan nyamuk sampai menjadi bentuk nyamuk yang sempurna?”. (Keterampilan mengadakan variasi stimulus dan bertanya lanjut)
e.    Guru (praktikan) membagikan LKS (Langkah dalam LKS : Saintifik) kepada siswa untuk memperdalam pengetahuan siswa mengenai metamorfosis. (Keterampilan mengadakan variasi stimulus)
3.    Kegiatan akhir (penutup) : 2 menit
a.    Dengan bahasa yang sederhana guru membimbing siswa menyimpulkan mengenai materi yang telah dipelajari.
b.    Guru (praktikan) mengajak siswa untuk berdoa sebelum pulang.
c.    Guru (praktikan) menutup pembelajaran dengan mengucap salam


V.     Alat, Media, dan Sumber Rujukan
1.    Alat Pembelajaran              : Proyektor, Papan Tulis, dan Spidol.
2.    Media pembelajaran           : Video metamorfosis hewan dan LKS  
3.    Model                                 : Saintifik
4.    Metode                               : Tanya Jawab, Demonstrasi, dan Penugasan
5.    Sumber rujukan                  : Buku siswa Sekolah Dasar kelas IV (Empat)

VI.     Evaluasi
1.    Prosedur     : Evaluasi proses
2.    Bentuk tes : Tindakan/perbuatan/penampilan
3.    Alat tes       : Observasi/pengamatan
4.    Butir-butir pedoman pengamatan keterampilan mengajar variasi stimulusn dan bertanya lanjut




FORMAT EVALUASI PEMBELAJARAN MIKRO
(Dimodifikasi dari Buku Pembelajaran Micro Teaching Dadang Sukirman, 2012)

Prosedur                      : Evaluasi proses
Bentuk tes                   : Tindakan/perbuatan/penampilan
Alat tes                        : Observasi/pengamatan
Nama Praktikan          : Riska / NIM. 1403927

KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI STIMULUS
NO
ASPEK KETERAMPILAN YANG DIAMATI
NILAI
RATA
RATA
1
Variasi gaya mengajar
1. Volume suara
2. Mimik dalam menjelaskan materi pembelajaran
3. Kesenyapan, hening, dalam mejelaskan materi pembelajaran
4. Jarak pandang dengan siswa
5. Variasi dalam pola interaksi


2
Variasi model dan metode
1. Variasi pendekatan/model pembelajaran
2. Variasi metode pembelajaran
3. Variasi strategi pembelajaran


3
Variasi media pembelajaran


Total


Catatan secara umum: ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................




KETERAMPILAN MENGAJAR BERTANYA LANJUT

NO
ASPEK KETERAMPILAN YANG DIAMATI
NILAI
RATA
RATA
1
Pengubahan tuntutan kognitif dalam menjawab pertanyaan
1. Ingatan
2. Pemahaman
3. Penerapan
4. Analisis
5. Sintesis
6. Evaluasi


2
Urutan pertanyaan


3
Pertanyaan pelacak
1. Klarifkasi
2. Pemberian alasan
3. Kesepakatan pandangan
4. Ketepatan
5. Relevansi
6. Contoh
7. Jawaban kompleks


4
Mendorong terjadinya interaksi


Total



Catatan secara umum: ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................




Keterangan nilai:
1 = Kurang
2 = Cukup
3 = Baik
4 = Sangat Baik


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model Project Based Learning dalam Pembelajaran Matematika

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mikro (Keterampilan Menjelaskan)