Model Project Based Learning dalam Pembelajaran Matematika
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur penyusun panjatkan
kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat serta karunia-Nya hingga penyusun
dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Adapun tujuan dan
maksud penyusunan makalah ini sebagai salah satu tugas mata kuliah Model-model
Pembelajaran Matematika yang diampu oleh Bapak Sandi Budi Irawan, S.T., M.Pd.,
dan Ibu Rosiana Mufliva, M.Pd.
Makalah ini diawali dengan
pembahasan mengenai hakikat model PJBL (project
based learning), prinsip dan karakteristik PJBL (project based learning). Kemudian dilanjutkan dengan sintaks
pembelajaran PJBL (project based learning)
serta peran guru dan siswa dalam model PJBL (project based learning).
Penyusun menyadari bahwa dalam
makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan
kritik yang bersifat membangun. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
pembaca, khususnya kami sebagai penyusun.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Bandung, Mei 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................... i
DAFTAR
ISI.......................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A. Latar
Belakang.............................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah......................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan........................................................................................... 2
D. Manfaat Penulisan......................................................................................... 2
E. Sistematika Penulisan.................................................................................... 3
BAB
II PEMBAHASAN....................................................................................... 4
A.
Hakikat Model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL)
..................................................................................................................... 4
B. Prinsip-prinsip Model
Pembelajaran Project Based Learning (PJBL)........... 5
C. Karakteristik
Model Pembelajaran Project Based Learning
(PJBL)............. 6
D. Sintaks
Model Project Based Learning (PJBL)............................................ 6
E. Peran Guru dan Siswa dalam
Model Project Based Learning (PJBL).......... 8
BAB
III PENUTUP............................................................................................... 9
A. Simpulan....................................................................................................... 9
B. Saran............................................................................................................ 10
DAFTAR
PUSTAKA......................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar
Belakang
Proses pembelajaran di kelas sekarang ini masih banyak
ditemukan siswa yang pasif dalam pembelajaran, serta guru yang menjadi pusat
pembelajaran. Siswa hanya duduk dan mendengarkan apa yang dijelaskan oleh guru
sehingga pembelajaran akan membosankan dan siswa pun terkadang tidak memahami
apa yang dijelaskan oleh gurunya tersebut. Sebagai guru tentunya harus
menciptakan suasana yang aktif dan menyenangkan dalam pelaksanaan kegiatan
belajar di kelas. Guru juga harus kreatif dalam menyampaikan bahan ajar kepada
siswa sehingga pembelajaran tersebut bermakna bagi siswa.
Pemerintah pun telah menerapkan kurikulum terbaru yaitu
kurikulum 2013 atau Kurikulum Nasional demi terciptanya pendidikan yang baik.
Dengan diterapkannya Kurikulum Nasional ini adalah untuk menciptakan
keseimbangan antara kognitif, afektif, dan psikomotor siswa. Kurikulum
ini mendorong peserta didik untuk mampu melakukan observasi, bertanya, menalar
dan mengkomunikasikan apa yang mereka peroleh melalui kegiatan pembelajaran.
Agar tercapainya tujuan dari
pelaksanaan Kurikulum 2013 ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran
yang menuntut siswa aktif, menciptakan suasana yang menyenangkan, sehingga
tujuan pembelajaran tercapai secara efektif dan efisien. Tentunya disini guru
sangat berperan dalam merancang dan melaksanakan sebuah pembelajaran. Salah satunya adalah dengan
menerapkan model pembelajaran berbasis proyek atau model Project Based Learning (PJBL). Model
Project Based Learning (PJBL) ini menuntut
siswa aktif dan bertanggung jawab bersama teman kelompoknya, siswa juga
dituntut untuk berpikir kritis dan melatih kepekaan siswa dalam sebuah masalah,
sebab pada dasarnya model ini menyajikan masalah di awal pembelajaran, dan
siswa dituntut untuk kreatif untuk menciptakan sebuah produk yang dapat
membantu atau mengatasi masalah tersebut. Untuk itu, dalam makalah ini penyusun
akan membahas mengenai model pembelajaran Project
Based Learning (PJBL).
- Rumusan
Masalah
1. Bagaimana hakikat model
pembelajaran Project Based Learning (PJBL)?
2. Bagaimana prinsip-prinsip
yang dimiliki model pembelajaran Project
Based Learning (PJBL)?
3. Bagaimana karakteristik yang
dimiliki model pembelajaran Project Based
Learning (PJBL)?
4. Bagaimana sintaks atau
langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL)?
5. Bagaimana
peran guru dan siswa dalam pelaksanaan model pembelajaran Project
Based Learning (PJBL)?
- Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui hakikat
model pembelajaran Project Based Learning
(PJBL).
2. Untuk mengetahui
prinsip-prinsip yang dimiliki model pembelajaran Project Based Learning (PJBL)?
3. Untuk mengetahui
karakteristik yang dimiliki model pembelajaran Project Based Learning (PJBL).
4. Untuk mengetahui sintaks atau
langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL).
5. Untuk mengetahui peran
guru dan siswa dalam pelaksanaan model
pembelajaran Project Based Learning (PJBL).
- Manfaat Penulisan
Dengan dibuatnya makalah ini,
penyusun maupun penulis akan lebih memahami hakikat tentang model pembelajaran
berbasis proyek, mengetahui karakteristik dari pembelajaran berbasis proyek,
memahami sintaks pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek dan dapat menerapkan
sintaks tersebut dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan, sehingga pembaca
maupun penyusun dapat merancang sebuah pembelajaran yang berbasis proyek.
- Sistematika Penulisan
Makalah ini terdiri dari kata
pengantar, daftar isi, bab I, bab II, bab III, dan daftar pustaka. Bab I
merupakan pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan
penulisan, manfaat penulisan serta sistematika penulisan.
Bab II merupakan pembahasan teoritis
mengenai rumusan masalah yang telah dipaparkan pada Bab I.
Bab III merupakan penutup yang
terdiri dari simpulan dan saran.
BAB II
PEMBAHASAN
- Hakikat Model Pembelajaran Project
Based Learning (PJBL)
Pembelajaran
Berbasis Proyek (Project Based Learning=PjBL) adalah metoda pembelajaran
yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan
eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan
berbagai bentuk hasil belajar.
Pembelajaran Berbasis Proyek
merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam
mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam
beraktifitas secara nyata. Pembelajaran Berbasis Proyek dirancang untuk
digunakan pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik dalam
melakukan insvestigasi dan memahaminya.
Melalui PjBL, proses inquiry
dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun (a guiding question) dan
membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan
berbagai subjek (materi) dalam kurikulum. Pada saat pertanyaan terjawab, secara
langsung peserta didik dapat melihat berbagai elemen utama sekaligus berbagai
prinsip dalam sebuah disiplin yang sedang dikajinya. PjBL merupakan
investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata, hal ini akan berharga
bagi atensi dan usaha peserta didik.
Suzie & Jane (dalam
Sutirman, 2013:43) menyatakan bahwa “project
based learning… is strategi certain to turn traditional classroom upside down”.
Project based learning adalah suatu strategi
untuk mengubah kelas tradisional.
Buck
institute for education (dalam Sutirman, 2013:43) menyatakan bahwa project based learning adalah “suatu metode
pengajaran sistematis yang melibatkan para siswa dalam mempelajari pengetahuan
dan keterampilan melalui proses yang terstruktur, pengalaman nyata dan sepele
yang dirancang untuk menghasilkan produk”. Guarasa at. All. (Dalam Sutirman, 2013:43)
menyatakan bahwa project based learning
adalah strategi yang berpusat pada siswayang mendorong inisiatif dan
memfokuskan siswa pada dunia nyata, dan dapat meningkatkan motivasi mereka.
Dapat disimpulkan bahwa
model pembelajaran Project Based Learning
merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa untuk aktif berpartisipasi
dalam kegiatan pembelajaran, meningkatkan motivasi siswa dan aktif terlibat
dalam merancang atau menghasilkan sebuah proyek.
- Prinsip-prinip Model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL)
Berikut ini prinsip-prinsip model pembelajaran Project Based Learning menurut Thomas
(2010):
1.
Prinsip sentralis (centrality) menegaskan bahwa PjBL harus
merupakan esensi dari kurikulum, dilakukan sebagai kegiatan utama dalam pembelajaran, bukan hanya sebagai kegiatan
pendamping atau praktik tambahan untuk memahami konsep yang sedang dipelajari.
2.
Prinsip pertanyaan
pendorong atau penuntun (driving question)
berarti kerja proyek yang dilakukan harus mendorong siswa memperoleh konsep dan
prinsip suatu bidang tertentu.
3.
Prinsip investigasi
konstruktif (constructive investigation)
merupakan proses yang mengarah pada
pencapaian tujuan yang mengandung kegiataninkuiri, pembangunan konsep, dan
resolusi. PjBL juga harus mencakup
proses transformasi dan konstruksi pengetahuan (Bereiter & Scardamalia
dalam Wena 2010)
4.
Prinsip otonomi (autonomy) memberikan kebebasan pada
siswa untuk menentukan sendiri pilihan dan bertanggungjawab atas proyek yang
dilakukannya. Guru hanya berperan sebagai fasilitator dan motivator dalam
pelaksanaan proyek siswa. Oleh karena itulah, lembar kerja siswa dan petunjuk
praktikum bukan merupakan instrumen PjBL.
5.
Prisip realistis (realism) mengandung arti bahwa proyek
yang dilakukan oleh siswa merupakan sesuatu yang nyata terjadi di
masyarakatbukan merupakan sebuah simulasi yang dibuat-buat. Dengan cara ini
diharapkan siswa dapat belajar pada dunia kerja sesungguhnya.
- Karakteristik Model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL)
Berikut
ini merupakan karakteristik model pembelajaran Project Based Learning:
1. Peserta
didik membuat keputusan tentang sebuah kerangka kerja;
2. adanya
permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada peserta didik;
3. peserta
didik mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan atau tantangan
yang diajukan;
4. peserta
didik secara kolaboratif bertanggungjawab untuk mengakses dan mengelola
informasi untuk memecahkan permasalahan;
5. proses
evaluasi dijalankan secara kontinyu;
6. peserta
didik secara berkala melakukan refleksi atas aktivitas yang sudah dijalankan;
7. produk
akhir aktivitas belajar akan dievaluasi secara kualitatif; dan
8. situasi
pembelajaran sangat toleran terhadap kesalahan dan perubahan.
- Sintaks Model Project
Based Learning (PJBL)
Berikut ini merupakan sintaks atau langkah-langkah
model Project Based Learning (PJBL):
1.
Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Question).
Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial, yaitu pertanyaan yang
dapat memberi penugasan peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas.
Mengambil topik yang sesuai dengan realitas dunia nyata dan dimulai dengan
sebuah investigasi mendalam. Pengajar berusaha agar topik yang diangkat relevan
untuk para peserta didik.
2. Mendesain
Perencanaan Proyek (Design a Plan for the
Project)
Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara pengajar dan peserta
didik. Dengan demikian peserta didik diharapkan akan merasa “memiliki”
atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan
aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial, dengan cara
mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan
bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek.
3. Menyusun
Jadwal (Create a Schedule)
Pengajar dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas
dalam menyelesaikan proyek. Aktivitas pada tahap ini antara lain: (1) membuat timeline untuk menyelesaikan proyek, (2)
membuat deadline penyelesaian proyek, (3) membawa peserta didik agar
merencanakan cara yang baru, (4) membimbing peserta didik ketika mereka membuat
cara yang tidak berhubungan dengan proyek, dan (5) meminta peserta didik untuk
membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan suatu cara.
4. Memonitor
peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor
the Students and the Progress of the Project)
Pengajar bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas
peserta didik selama menyelesaikan proyek. Monitoring dilakukan dengan cara
menfasilitasi peserta didik pada setiap proses. Dengan kata lain pengajar
berperan menjadi mentor bagi aktivitas peserta didik. Agar mempermudah proses
monitoring, dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang
penting.
5. Menguji
Hasil (Assess the Outcome)
Penilaian dilakukan untuk membantu pengajar dalam mengukur ketercapaian
standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing- masing peserta didik,
memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai peserta didik,
membantu pengajar dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya.
6. Mengevaluasi
Pengalaman (Evaluate the Experience)
Pada akhir proses pembelajaran, pengajar dan peserta didik melakukan
refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses
refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Pada tahap ini peserta
didik diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamanya selama
menyelesaikan proyek. Pengajar dan peserta didik mengembangkan diskusi dalam
rangka memperbaiki kinerja selama proses pembelajaran, sehingga pada akhirnya
ditemukan suatu temuan baru (new inquiry)
untuk menjawab permasalahan yang diajukan pada tahap pertama pembelajaran.
- Peran Guru dan Siswa dalam Model Project Based Learning (PJBL)
Peran guru dan peserta didik dalam
pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek sebagai berikut.
1.
Peran Guru
a. Merencanakan
dan mendesain pembelajaran.
b. Membuat
strategi pembelajaran.
c. Membayangkan
interaksi yang akan terjadi antara guru dan siswa.
d. Mencari
keunikan siswa.
e.
Menilai siswa dengan cara transparan dan
berbagai macam penilaian.
f. Membuat
portofolio pekerjaan siswa.
2. Peran
Peserta Didik
a. Menggunakan
kemampuan bertanya dan berpikir.
b. Melakukan
riset sederhana.
c. Mempelajari
ide dan konsep baru.
d. Belajar
mengatur waktu dengan baik.
e. Melakukan
kegiatan belajar sendiri/kelompok.
f. Mengaplikasikan
hasil belajar lewat tindakan.
g. Melakukan
interaksi sosial (wawancara, survey, observasi, dll).
BAB III
PENUTUP
- Simpulan
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project
Based Learning=PjBL) adalah metoda pembelajaran yang menggunakan
proyek/kegiatan sebagai media dan menggunakan masalah sebagai awal pelaksanaan
pembelajaran. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi,
sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.
Prinsip yang dimiliki oleh model
pembelajaran ini diantaranya prinsip sentralis, prinsip pertanyaan pendorong,
prinsip investigasi konstruktif, prinsip otonomi, dan prinsip realistis.
Karakteristik dari model
pembelajaran ini berawal dari permasalahan yang diberikan pada peserta didik,
kemudian peserta didik membuat keputusan mengenai sebuah kerangka kerja,
mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan, adanya
tanggungjawab untuk mengakses dan mengelola informasi untuk memecahkan
permasalahan, penilaian yang dilakukan secara kontinu, adanya refleksi terhadap
aktivitas yang sudah dijalankan.
Langkah-langkah dalam
model pembelajaran berbasis proyek diawali dengan penentuan pertanyaan
mendasar, mendesain perencanaan proyek, menyusun jadwal, memonitor peserta
didik dan kemajuan proyek, menguji hasil, dan mengevaluasi pengalaman.
Dalam model pembelajaran
berbasis proyek, guru dan siswa memiliki peran di dalamnya. Peran guru adalah
merencanakan dan mendesain pembelajaran, membuat strategi pembelajaran, menilai
dan membimbing siswa dalam pengerjaan proyek. Siswa dituntut menggunakan
kemampuan bertanya dan berpikir, melakukan riset sederhana, melakukan kegiatan
kelompok, serta menghasilkan sebuah produk dari proses pembelajaran.
- Saran
Dalam model pembelajaran
ini, guru diharapkan dapat menyajikan masalah yang dekat dengan kehidupan
siswa, guru juga mampu memfasilitasi kebutuhan siswa dalam proses pembelajaran,
selalu membimbing dan memantau aktivitas siswa dalam perencanaan proyek,
membuat proyek, serta merancang penilaian terhadap proyek yang dilakukan oleh
siswa.
DAFTAR
PUSTAKA
Hadiyanti, Lutfia. (2012). Project based learning. [Online].
Diakses dari https://www.academia.edu/8055236/Project_Based_Learning
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (t.t.). Model pembelajaran berbasis proyek/project
based learning. [Online]. Diakses
dari https://docs.google.com/document/d/1noKMTmfQyofqEX461Wb2g5TP7Y9GWTPuBWR3lkSiw2U/edit
Komentar
Posting Komentar